TIDAK SENDIRIAN
Mazmur 142
Semua orang, dalam berbagai usia, menghadapi masalah. Sungguh tidak mudah menghadapi masalah seorang diri, apalagi ketika orang yang kita harapkan memberikan dukungan justru menjauh. Kesepian, ditinggalkan, dan rasa tidak berdaya sangat berbahaya. Kita akan mudah menjadi putus asa dan merasa hanya kita sendiri yang menghadapi masalah.
Ketika tidak ada yang mengerti dan peduli, Daud percaya kepada Allah. Ia tahu bahwa Allah melihat, mendengar, dan menyelamatkan. Daud berseru: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” Kita dapat mengingat ini sebagai pengajaran tentang Kristus. Ia telah masuk dalam penderitaan manusia sepenuhnya. Kristus ditinggalkan, dikhianati, dikejar, dikurung, dan bahkan mati. Namun, Ia dibangkitkan. Dalam kuasa Roh Kudus, kini Kristus hadir dalam kesepian terdalam umat-Nya. Seperti Daud, setiap orang percaya dapat berseru kepada Allah. Kasih-Nya membebaskan dan melindungi.
Jangan pernah ragu membawa keluh kesah dan ratapan kepada Allah. Dialah yang pertama kali harus mendengar curahan hati kita. Hanya Dialah pelindung sejati. Perasaan kita dapat berubah, tetapi janji Allah tidak. Kekuatan diri terbatas, dan solusi dari orang lain belum tentu benar. Beranilah melangkah dalam kerendahan hati dan iman. Perlindungan Tuhan bukan sekadar hadir dalam kenyamanan, tetapi juga merupakan kuasa yang menopang dan memimpin setiap langkah. (Wasiat)
REFLEKSI:
Siapa yang pertama kali mendengar curahan hati dan kegelisahan kita selama ini?